8 Mitos dan Fakta Diet Keto: Yang Perlu Anda Ketahui

Meskipun percakapan tentang diet ketogenik tersebar luas, banyak orang masih merasa sulit untuk mengatakan apa itu fakta atau fiksi. Pada artikel ini, Anda akan mendapatkan wawasan tentang mitos dan fakta seputar diet Ketogenik.

Apa Tepatnya Diet Keto ?

Diet Keto bekerja berdasarkan prinsip bahwa dengan menghabiskan karbohidrat, Anda akan membakar lemak untuk bahan bakar, sehingga memaksimalkan penurunan berat badan. Ini memerlukan pengurangan asupan karbohidrat secara bertahap dan menggantinya dengan lemak.

Mitos/Fakta Diet Keto

Berikut adalah mitos dan fakta diet Keto yang umum.

Mitos 1: Anda Dapat Mengkonsumsi Lemak Apapun

Fakta: Saat berlatih Ketogenic, orang mengonsumsi lemak sehat. Jika Anda ingin tetap bugar, hindari lemak jenuh, dan fokuslah pada makanan organik yang kaya serat. Untuk mencegah ketidaknyamanan perut, kurangi jumlah asupan lemak harian Anda.

Mitos 2: Menurunkan Berat Badan adalah Satu-satunya Manfaat Diet Keto

Fakta: Bertentangan dengan apa yang diyakini banyak orang, diet keto memiliki manfaat luar biasa selain penurunan berat badan. Misalnya, meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan kesehatan usus, mengatur hormon tubuh, dan menstabilkan kadar gula darah.

Mitos 3: Anda Tidak Perlu Berolahraga

Fakta: Berolahraga sangat dianjurkan saat Anda sedang menjalani diet Keto. Namun, untuk mencapai lebih banyak dari latihan, pastikan Anda makan dengan cukup, dan berikan waktu yang cukup untuk pemulihan. Untuk berolahraga, Anda mungkin membutuhkan lebih banyak karbohidrat, dan penting untuk meningkatkan konsumsi karbohidrat Anda pada hari-hari latihan.

Mitos 4: Massa Otot Anda Akan Berkurang

Fakta: Berlawanan dengan mitos, orang yang mengikuti diet sambil melakukan latihan kekuatan mendapatkan otot.

Mitos 4: Ditandai dengan Kelelahan

Fakta: Selama masa penyesuaian diet, Anda mungkin merasa lelah, tetapi kondisi itu akan berkurang seiring berjalannya waktu. Lebih penting lagi, tidak semua orang mengalami kelelahan saat berdiet. Namun, jika Anda menemukannya, ingatlah bahwa itu tidak akan bertahan lebih dari seminggu.

Mitos 5: Diet untuk Waktu Singkat

Fakta: Durasi asupan diet tergantung pada tujuan kesehatan dan kebugaran Anda. Dalam kebanyakan kasus, periode standar adalah antara tiga hingga lima bulan. Setelah fase ini, Anda mungkin kembali ke pola makan biasa selama beberapa minggu.

Mitos 6: Tidak ada Ilmu di balik Diet

Fakta: Beberapa penelitian ilmiah mendukung diet Ketogenik. Misalnya, penelitian tertentu menunjukkan bahwa diet pada awalnya dibuat untuk membantu pasien epilepsi mengatur kejang. Selain itu, diet membantu mengurangi atau mempertahankan berat badan.

Mitos 7: Kaya akan Banyak Lemak dan Protein

Fakta: Diet ini tidak mengandung lemak dan protein yang tinggi. Tergantung pada tujuan pelatihan seseorang, makronutrien dibagi berdasarkan kebutuhan individu. Misalnya, pembagian makronutrien khas untuk diet ini termasuk karbohidrat rendah, lemak tinggi, dan protein sedang.

Mitos 8: Menyebabkan Serangan Jantung

Fakta: Diet keto mencakup asupan lemak jenuh, yang tidak menyebabkan serangan jantung.

Pikiran Akhir

Diet ini dapat membantu Anda meningkatkan kebugaran dan tujuan kesehatan Anda. Jika Anda ingin sukses dari diet, sangat penting untuk meneliti mitos seputar diet dan mengadopsi fakta berbasis bukti.

Selengkapnya di https://ggl.life/ untuk mendapatkan Informasi tentang diet yang sehat sesuai dengan keinginan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.